Penilaian Lomba Posyandu Keluarga Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023, berlangsung di Posyandu Kamboja Dusun Kekait Puncang Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Tim Penilai dari unsur DPMPD DUKCAPIL, DIKES, DP3AP2KB, TP-PKK dan TPP P3MD Prov. NTB. Jumat (17/11/2023).
Rombongan diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun, Kepala OPD Lingkup Kabupaten Lombok Barat, Ketua TP-PKK Lombok Barat, Camat Gunung Sari dan Kepala Desa Kekait.
Dalam sambutannya Hj. Sumiatun, menyampaikan secara umum posyandu merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan yang menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya ibu dan anak.
“Sebagai lembaga kemasyarakatan yang ada pada komunitas setingkat rukun warga, posyandu telah menunjukkan fitrahnya dengan mengembangkan program kesehatan ibu hamil, kesehatan anak, keluarga berencana, imunisasi, pemantauan status gizi, pencegahan dan penanggulangan diare serta penurunan angka stunting atau gizi buruk”. Ungkapnya.
Lebih lanjut Hj. Sumiatun mengatakan Posyandu Kamboja ini merupakan posyandu multifungsi yang mendapatkan juara 1 tingkat kabupaten Lombok Barat dan hari ini mengikuti penilaian lomba posyandu tingkat provinsi.
“Posyandu ini yang mendapatkan juara 1 tingkat Kabupaten Lombok Barat dan hari ini mengikuti penilaian lomba posyandu tingkat Provinsi, harapan saya dari Lomba Posyandu ini dapat memotivasi para kader agar dapat lebih aktif dan giat dalam peningkatan pelayanan posyandu”. Tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penilai, Teguh Gatot Yuwono, S.Hut., M.Eng. menyampaikan bahwa kegiatan lomba ini tidak hanya terkait penilaian semata, tetapi juga melihat kolaborasi dan sinergitas yang terjadi di Pemerintahan Desa.
“Kegiatan penilaian ini untuk melihat dan mendalami apakah Posyandu yang menjadi model yang saat ini di ajukan memiliki kelembagaan yang bagus, sarana prasarana yang cukup, kegiatan konvergensi yang bagus serta dukungan dari Puskesmas”. Katanya.
Lebih lanjut Teguh mengatakan Posyandu Keluarga pada dasarnya adalah Pusat Edukasi untuk Masyarakat, tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan saja.
“Posyandu Keluarga tidak hanya melayani Ibu hamil dan Bayi, tetapi bisa melayani Remaja, Usia Produktif dan Lansia, ini adalah tempat untuk memberikan edukasi tidak hanya tentang stunting tetapi juga edukasi kegiatan-kegiatan lainnya, dan harapannya agar Kader Posyandu semangatnya tetap terjaga. Katanya.
Sementara itu Kepala Desa Kekait, Masjudin Dahlan, dalam pemaparannya menyampaikan mengenai Profil Desanya dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Desanya.
“Jumlah penduduk yang ada di wilayah Kekait ini sebanyak 8.836 jiwa, bayi balita berjumlah 86 orang, ibu hamil 135 orang, lansia 353 orang. Selanjutnya jumlah posyandu di desa Kekait sebanyak 8 posyandu dengan jumlah kader 65 orang. Yang menjadi perwakilan dalam Lomba Posyandu tahun 2023 ini Posyandu Keluarga Kamboja dimana yang menjadi nilai tambah dari posyandu ini adalah terintegrasi dengan Bank Sampah Kekait Berseri, Posyandu ini juga terintegrasi dengan posyandu bayi balita, posyandu remaja, posbindu, posyandu lansia, pelayanan konseling dan SDTKA, pelayanan laboratorium sederhana, terintegrasi dengan PKB/Paud, kegiatan ekonomi, mitigasi bencana, kekerasan terhadap perempuan dan anak dan pengelolaan sampah. Paparnya.
Lebih lanjut Masjudin menyampaikan harapan dukungan dari pemerintah untuk memfasilitasi pelaksanaan posyandu melalui Puskesmas dan Pokjanal Posyandu dan Posyandu Keluarga Kamboja dapat memenangkan Lomba Posyandu tingkat Provinsi NTB Tahun 2023.
“Saya berharap peran dan dukungan pemerintah kepada posyandu melalui puskesmas dan Pokjanal posyandu sangat penting untuk memfasilitasi pelaksanaan berbagai kesehatan masyarakat di posyandu. Harapan kami juga di pemerintah desa dalam berbagai kegiatan termasuk kompetisi atau lomba tentunya semua peserta berharap hasil terbaik atau mendapat kemenangan. Motivasi kami adalah selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat”. Pungkasnya.




