Pemerintah Provinsi NTB, terus mendorong semua pihak, untuk berkolaborasi dan berkomitmen penuh, wujudkan lingkungan yang lestari di NTB.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (22/12/2022).
Mengawali rangkaian kunjungannya, Wagub NTB meninjau perekaman KTP kepada siswa-siswi yang telah berusia 17 tahun dan aksi bergizi dengan minum tablet tambah darah, dan aksi bakti stunting dengan mengumpulkan telur dari siswa, di SMAN 1 Pototano.
Ummi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur NTB, mengapresiasi atas kepedulian siswa-siswi SMAN 1 Pototano terhadap stunting dan berpesan kepada siswa untuk harus memiliki pemahaman yang benar tentang lingkungan.
“Terimakasih saya ucapkan kepada anak-anakku yang telah peduli terhadap lingkungan sekitar terutama terhadap stunting yang ada di Pototano ini dan Ummi berpesan kepada semuanya untuk harus memiliki pemahaman dan kesadaran tentang lingkungan sekitar terutama di mulai dari area sekolah, sekarang ini kita tahu bumi kita lapisan ozonnya sudah rusak akibat ulah kita sendiri, untuk itu Provinsi NTB memiliki komitmen untuk menuju Net Zero Emission atau Nol Emisi Karbon di tahun 2050,” katanya.
Untuk itu, ia berharap seluruh siswa dan tenaga pengajar SMAN 1 Pototano, harus mampu dan berkomitmen, untuk menjadi pionir dalam pelestarian lingkungan sekolah dan sekitar.
Selanjutnya, Ummi Rohmi mengunjungi Posyandu Keluarga Bougenvile Desa Tambaksari Kecamatan Pototano.
Pada kesempatan ini, Ummi Rohmi menyampaikan tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan bersih. “Apalagi kabupaten Sumbawa Barat sudah mendeklarasikan tuntasnya 5 Pilar STBM,” ujarnya.
Untuk penanganan dan pencegahan stunting, lanjutnya, juga menjadi perhatian utama dari Pemerintah Daerah.
“Tadi di SMAN 1 Pototano, ada aksi Bhakti Stunting oleh siswa. Ini merupakan wujud aksi nyata, guna mendorong gerakan semua pihak untuk menuntaskan stunting di NTB. Kita tau di Posyandu Keluarga Bougenvile ini terdapat 7 anak stunting dan secara keseluruhan di desa tambak sari ini jumlah stuntingnya 11 anak. Ini yang kita harus tekan angkanya supaya anak-anak kita tumbuh dengan sehat,” tegasnya.
Penanganan sampah di KSB, juga tak luput menjadi lokus kunker Wagub di KSB, dengan meninjau Bank Sampah Kopi Handal Taliwang, yang telah memproduksi pupuk organik cair, yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi, sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, magot atau bernga/berenga adalah larva dari lalat untuk makanan ternak seperti ayam lele dll dan coco peat atau media tanam organik yang berbahan dasar dari serbuk sabut buah kelapa.
Pada kesempatan ini, Ummi Rohmi mengarahkan Bank Sampah harus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk pemasaran hasil produksinya.
“Ini hasil produksinya sudah ada, tinggal masalahnya sekarang ini untuk penjualannya. Oleh karena itu, saya meminta Bank Sampah ini harus bekerja sama dengan pemerintah daerah, karena persoalan sampah ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengelolanya, sehingga sampah yang ada, tidak menjadi musibah melainkan menjadi berkah” pungkasnya.
#ntbgemilang
#dpmpddukcapil
#desamembangunntbgemilang






