Rakor Tim Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan (TKPKP) Provinsi NTB pada hari senin, 22 Juni 2026 di Hotel Astoria yang difasilitasi penuh oleh SIAP SIAGA.
Acara dihadiri oleh TKPKP Provinsi NTB, TPP Provinsi NTB, TAPM Pulau Lombok, KONSEPSI NTB serta mitra lainnya.
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Teguh Gatot Yuwono, S. Hut, M. Eng dengan menyampaikan kronologis pembentukan TPKPKP Provinsi NTB.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber diantaranya :

  1. Kepala Bidang Penataan dan Kerjasama Desa, Junariono Hariadi, S. STP, MM memaparkan garis besar time line rencana kerja TKPKP Provinsi NTB serta kondisi eksisting kawasan perdesaan baik inisasi, kawasan perdesaan prioritas, maupun eks KPPN.
  2. Bpk Irwansyah, ST, M. Pd selaku Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bidang Penataan dan Kerjasama Desa memaparkan progress pelaksanaan pembentukan kawasan perdesaan prioritas yakni KP Prioritas Sembalun maupun KP Pemenang beserta dokumen RPKP masing-masing kawasan. Dasar Penetapan Sembalun sebagai KPP adalah IDM (Indeks Desa Membangun) dan Rencana Tata Ruang Wilayah.
  3. Kepala Bidang IKA Bappeda Prov. NTB, Ibu Laksy Fortuna, ST., M.T memaparkan program yang telah diinterverensi oleh Provinsi NTB maupun pusat. Sembalun sebagai KPP kawasan afirmasi berdasarkan Lokasi geografis dan kerentanan infrastruktur, Kawasan pemulihan pasca bencana, Adanya Ketimpangan fiskal (2 desa termasuk dalam miskin ekstrim) dan adanya Aglomerasi potensi.
    Pada sesi diskusi menghasilkan banyak gagasan dan usulan terutama terkait TUSI TKPKP dan instrumen lain yang harus disusun. Seluruh peserta rapat sangat bersemangat menyampaikan masukan dan saran demi kelanjutan KP yang lebih baik. Beberapa poin pentingnya sebagai berikut :
  4. Dari aspek pengembangan pada sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB melalui dana APBN melaksanakan program pengembangan pembibitan bawang putih sebanyak 480 ha dan komodoti kopi Sajang yng sudah mendunia.
  5. Dari sektor pariwisata, kawasan perdesaan dapat mengembangkan sektor pariwisata berbasis green tourism.
  6. KP Pemenang sejak tahun 2024 melakukan pendekatan secara bottom up dan sudah ada Kerjasama Antar Desa serta terbentuk BKAD. Diharapkan pendampingan dan pemantauan oleh TKPKP Provinsi NTB dan koordinasi lintas sektor demi keberlanjutan KP Pemenang.
  7. Membangun sinergitas koordinasi antar TKPKP Provinsi, Kabupaten dan Pusat terkait evaluasi perkembangan pelaksanaan pembangunan kawasan perdesaan

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *